Saudara-saudaraku yang terkasih,

Tuhan Yesus berkata, “— Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera – Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu (Yohanes 14:27). Apa maksudnya? Mari kita melihat apa perbedaan antara damai yang Tuhan berikan dan damai yang dunia berikan.
1. Damai yang dunia berikan.
Dalam lingkungan kehidupan manusia pada umumnya damai adalah perasaan nyaman, tentram, dan bahagia yang ditentukan oleh situasi dunia yang baik. Dengan kata lain damai dari dunia ini adalah damai yang ditentukan oleh keadaan lingkungan. Makin banyak uang makin damai, makin kuat relasi dengan pejabat tinggi dan aparat keamanan, makin aman dan tenang rasanya. Inilah damai yang ditopang oleh keadaan kita dan lingkungan kita. Jika situasi aman, maka perasaan aman. Jika lingkungan nyaman, perasaan pun ikut nyaman.
2. Damai yang Tuhan berikan
Sedangkan damai yang dari Tuhan adalah perasaan aman dan nyaman yang tidak bersandar pada materi, kedudukan, kekuasaan, dan keadaan lingkungan di sekitar kita. Bagaimanapun kacaunya keadaan dan situasi lingkungan kita, damai itu tetap merekah di hati dan pikiran kita. Inilah damai sejahtera yang Tuhan berikan untuk kita. Itulah sebabnya sekalipun Rasul Paulus sedang berada di dalam penjara, ia tetap dapat bersukacita dan mengajak jemaat di Filipi untuk bersukacita. Penjara yang sempit dan menyesakkan itu tidak mengganggu damai sejahtera dan merenggut sukacita yang Rasul Paulus miliki.

Kedua, hidup kita harus benar. Jika hidup kita tidak benar, maka tidak mungkin kita dapat hidup dalam persekutuan yang erat dengan Tuhan.
Ketiga, jangan berharap dari sumber lain kecuali Allah. Kita tidak mungkin dapat menikmati damai sejahtera Allah jika kita masih mengharapkan damai dari sumber lain.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar